ALIANSI GERAKAN RAKYAT
LAMPUNG ; PERINGATAN 100 HARI REZIM NEOLIB JOKOWI-JK
Bandar Lampung, 28 Januari 2015
Funky Rulita Sari
Suara
Pelopor, Lampung-Aliansi Gerakan Rakyat Lampung yang merupakan gabungan dari
SPRI(Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia), FSBKU (Federasi Serikat Buruh Karya
Utama), KSN, dan LMND (Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi) melakukan aksi
massa “Tagih Janji 100 Hari Kinerja Presiden Jokowi –JK”. Aksi massa diawali
dengan longmarch dari pelataran hotel sheraton bandar lampung menuju titik aksi
kantor pemerintahan provinsi lampung pada Rabu pagi (28/01/2015).
Aliansi Gerakan
Rakyat Lampung menuntut dan menagih janji-janji yang diberikan Presiden ke-7
Indonesia dimasa kampanyenya. Dengan estimasi massa sekitar 40 orang yang
terdiri dari para buruh, Ibu Rumah Tangga, dan Mahasiswa yang ada di bandar
Lampung. Aksi massa diawali dngan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
yang dipimpin oleh Korlap Reynaldo Sitanggang.
“Hari ini
aliansi gerakan rakyat lampung kembali menuntut janji-janji presiden jokowi
yang mengelu-elukan konsep Trisakti. Dimana dalam konsep tersebut Indonesia
harus dapat berdiri di kaki sendiri (berdikari) secara Ekonomi, berdaulat
secara Politik, dan berkepribadian secara Sosial dan Budaya. Namun sampai hari
ini pemerintahan Jokowi-JK masih belum menerapkan konsep trisakti yang
dikumandangkan saat kampanye.” Ungkap Korlap.
Aksi massa
yang dipusatkan di kantor pemerintahan provinsi lampung, tepatnya di depan
kantor gubernur lampung mengambil sikap dan sepakat bahwa pemerintahan
Jokowi-JK telah gagal membawa perubahan yang dijanjikan. Ditandai dengan
diperpanjangnya kontrak PT.Freeport di Jayapura untuk enam bualn ke depan. Ini
berarti penjajahan yang penghisapan Sumber Daya Alam (SDA) di tanah air bukan
dihentikan namun dilanjutkan. Inikah yang disebut perubahan menuju perekonomian
yang lebih baik?
Perwakilan
dari Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia menambahkan bahwa “Program-program
unggulan pemerintah untuk rakyat, dalam hal ini BPJS Kesehatan di nilai tidak
berjalan dengan baik. Pasalnya data yang digunakan sebagai acuan peserta BPJS
adalah data dari peserta BLT pada pemerintahan SBY-Budiono lalu. Sehingga
masyarakat yang belum terdata pada masa itu tidak berkesempatan untuk menjadi
peserta BPJS yang selayaknya dimiliki oleh setiap rakyat Indonesia. Selain itu
kegagalan pemerintahan Jokowi-JK telah ditandai sejak tiga puluh hari sejak
dilantik 28 Oktober lalu dengan polemik naik turunnya harga BBM. Yang
sebenarnya BBM tidak pernah turun. Imbuh Badri selaku ketua DPW SPRI.
Aliansi
Gerakan Rakyat Lampung ini juga menuntut tentang pemberantasanrezim neolib yang
masih bercokol di Indonesia. Dengan menasionalisasikan pertambangan yang
dikuasai oleh pemodal asing, penghapusan sistem kerja outsourching dan
pencabutan subsidi hak dasar rakyat. Naasionalisasi pertabangan tersebut akan
menjadi salah satu faktor penutup defisit APBN. Dan menjadi sumber pendanaan
pendidikan dan kesehatan tanpa syarat untuk seluruh rakyatindonesia.
”Dengan
aksi ini kami mendesak pemprov untuk
mendata ulang masyarakat untuk mendapatkan BPJS yang merupakan program nasional
pemerintah pusat. Kami juga telah membawa syarat kelengkapan berkan pendaftaran
BPJS. Bahkan para Ibu rumah tangga sangat antusias dalam aksi hari ini,karena
menurut mereka segala polemik yang terjadi saat ini berimbas pada keadaan pasar
yang mempengaruhu harga sembako dan kebutuhan lainnya yang memberatkan para ibu
untuk mengatur keuangan.”tegas Joko Purwanto selaku Ketua FSBKU Lampung.
Aksi massa
dilanjutkan dengan audiensi dengan pemerintah provinsi lampung yang diwakili
oleh Asisten II dan dari aliansi gerakan rakyat lampung masing-masing diwakili
oleh Joko Purwanto (FSBKU-KSN), Aris Setiyanto JS (Ketua EW LMND Lampung),
Kristina Tia Ayu (Ekom LMND UBL),dan Badri (DPW SPRI Lampung). Hasil dari
audiensi tersebut “ Pemerintah provinsi
akan mendiskusikan pengajuan BPJS sesuai prosedur yang berlaku”.ungkap Joko
yang mewakili peserta audiensi.
Aksi massa
tagih janji 100 hari pemerintahan Jokowi-JK ditutup dengan kembali longmarch
kembali ke titik kumpul di pelataran Hotel Sheraton. Massa aksi sepakat untuk
kembali turun kejalan apabila tuntutan-tuntutan yang diajukana hari ini tidak
juga di tindak dan direspon oleh pemerintah. “Kami akan kembali lagi kemari
untuk mendapat kepastian atas tutntutan kami”tutur korlap mengakhiri aksi pada
siang itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar